Categories

Rabu, 30 Januari 2013

Butuh Rp 140 M untuk Rehab Geumpang, Mane, dan Tangse

Leave a Comment

SIGLI - Gempa darat berkekuatan 6 SR pada Selasa subuh, 22 Januari 2013 memunculkan berbagai kerusakan di Kecamatan Geumpang, Mane, dan Tangse, Kabupaten Pidie. “Butuh lebih Rp 140 miliar untuk merehab berbagai kerusakan akibat gempa di ketiga kecamatan itu,” kata Bupati Pidie, Sarjani Abdullah.

Menanggapi proposal yang sudah diusulkan ke Gubernur Aceh sebesar Rp 41,7 miliar untuk kepentingan serupa, menurut Sarjani usulan itu belum disetujui. “Ibaratnya kita meminta. Tapi yang jelas rehab total semua kerusakan bisa mencapai Rp 140 miliar lebih,” kata Sarjani menjawab Serambi seusai meresmikan PAUD Iqra di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara, Pidie, Sabtu (26/1).

Menurut Sarjani, hingga kini penanganan korban gempa terus dilakukan pihaknya. “Saat ini sudah dipasang sebanyak 76 tenda. Logistik diperkirakan masih cukup,” ujar Bupati Pidie.

Bupati Pidie membenarkan ada tiga sekolah harus belajar di tenda, yaitu SMP 1, SMP 2, dan SMP Alue Landong, Kecamatan Mane. “Kita tidak punya alternatif gedung lain. Kita upayakan pada masa tanggap darurat bisa selesai,” tukasnya.

Masa tanggap darurat, menurut perkiraan Sarjani bisa satu tahun. Karena kerusakan terjadi cukup parah termasuk 10 masjid dan 21 gedung sekolah. “19 gedung sekolah bisa direhab, dua lagi terpaksa harus rehab total yakni SMP 1 dan SMP 2 Mane,” katanya.

Bupati Pidie menyerukan masyarakat bersabar menanti proses pemulihan pascabencana. “Untuk korban kerusakan rumah juga tidak bisa serta merta terus dibangun baru. Kita upayakan dulu bisa tidur malam di tenda. Kalau rumah pasti dibangun, tapi butuh proses dan dana banyak,” demikian Sarjani Abdullah.

0 komentar:

Posting Komentar