Categories

Rabu, 30 Januari 2013

Lintas Bireuen-Takengon Macet

1 comment
* Banyak Kendaraan Terperangkap Lumpur


BANDA ACEH - Ratusan kendaraan dari dan menuju Takengon, Rabu (26/12), dilaporkan terperangkap di jalan berlumpur yang berada di kilometer (KM) 26-29. Akibatnya arus lalu lintas Bireuen-Takengon menjadi macet.

Di antara kendaraan yang terjebak lumpur tersebut, salah satunya adalah rombongan PJ Bupati Aceh Tengah bersama pimpinan dan anggota DPRK. Mereka berangkat dari Takengon untuk mengikuti kegiatan gladi resik pelantikan bupati/wakil bupati terpilih di Banda Aceh.

PJ Bupati Aceh Tengah, Mohd Tanwir di dampingi Kabag Humasnya, Windi Darsa, mengungkapkan, pihaknya berhasil keluar dari jebakan lumpur karena kendaraan dinas yang dikendarai adalah jenis double cabin. 

“Sedangkan kendaraan yang tidak memiliki gardang dua umumnya tersangkut di jalan yang berlumpur itu,” kata Tanwier kepada Serambi, seusai acara gladi resik di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur, kemarin.

Ia menjelaskan, kondisi jalan berlumpur itu terjadi bila hujan turun, karena badan jalan yang dilebarkan belum dilakukan pengerasan dengan sirtu (pasir dan batu) yang cukup. Selain itu, pada pinggiran badan jalan juga belum dibangun parit pembuangan air yang turun dari atas bukit.

Ia berharap Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh dapat segera menangani jalan tersebut karena berpotensi memacetkan arus transportasi dari Takengon dan Bener Meriah ke Bireuen. “Sebab satu hari saja arus transportasi terputus, ribuan unit kenderaan penumpang dan barang bisa menumpuk di ruas jalan tersebut,” ujarnya.

Kalau ini terjadi, sambung Tanwier, akan memberikan dampak buruk yang sangat luas. Ratusan ton sayur akan membusuk karena tidak bisa dikirim ke luar daerah tepat waktu. Petani dan pedagang pengumpul juga akan rugi besar. “Selain itu, Kabupaten Bener Meriah dan Takengon akan mengalami krisis BBM karena masih tergantung dari Depo BBM di Lhokseumawe,” ujarnya.

Terkait hal itu, Wakil Ketua II DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi meminta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh segera melakukan perbaikan di badan jalan yang rusak tersebut.

Ia mengaku, banyak menerima SMS yang berisi keluhan dari para sopir. “Sejak pagi sampai siang kemarin, saya terus  menerima SMS mengenai keluhan dari para sopir dan pengenderaan kenderaan yang melintas di jalan Bireuen-Takengon,” ujar Sulaiman Abda.(her)

BMCK: Akan Diatasi
KEPALA Dinas BMCK Aceh, Ir Rizal Aswandi, didampingi Kasatker Proyek Jalan Takengon-Bireuen, Safaruddin, mengatakan akan segera mengatasi ruas jalan yang berlumpur tersebut.

“Pada ruas jalan di bawahnya, yaitu KM 25, saat ini sedang ada pekerjaan pelebaran badan jalan sepanjang 300 meter. Kita akan minta rekanan yang sedang bekerja membantu meratakan kembali badan jalan yang berlumpur di KM 26,” ujarnya.

Safaruddin mengatakan, pelebaran badan jalan pada KM 26-29 itu telah selesai pada tahun ini, dan akan dilanjutkan dengan pekerjaan pemeliharaan badan jalan, yaitu pengerasan dan pembuatan drainase badan jalan.

Menurut dia, badan jalan sebenarnya sudah sangat lebar mencapai 9-16 meter. Tetapi karena parit belum dibuat dengan baik, air hujan yang turun dari atas bukit menumpuk di atas badan jalan. Akibatnya, banyak mobil terperosok ke dalam lumpur dan membuat arus transportasi jadi macet.

“Mobil-mobil yang terperangkap lumpur, satu persatu sudah ditarik. Kita telah siapkan alat berat untuk mengatasi badan jalan yang berlumpur itu,” ujar Safaruddin.

1 komentar:

  1. Semoga ada perhatian dan perbaikan dari Pemerintah terkait akses jalan yang kurang memadai
    anak paud

    sandal sancu

    BalasHapus