Categories

Rabu, 30 Januari 2013

Misteri Mitan Penebar Maut

Leave a Comment

MESKI korban terbakar akibat sambaran api dari lampu teplok terus berjatuhan, bahkan ada yang meninggal dunia, namun hingga kini belum ada kejelasan apakah benar minyak tanah (mitan) yang digunakan sebagai bahan bakar bercampur bensin atau karena faktor-faktor lain.

Seperti diberitakan selama ini, musibah warga terbakar akibat sambaran api lampu teplok terjadi beruntun di Kabupaten Aceh Barat. Musibah pertama menimpa adik abang, M Zalif Yasin (12) dan Wahyudi (5), warga Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI pada akhir Oktober 2012. Berikutnya, hampir sepanjang Januari 2013, musibah serupa terjadi secara beruntun di berbagai desa dalam kecamatan lainnya di Aceh Barat. Seorang di antaranya meninggal dunia.

Selain di Aceh Barat, sebuah rumah milik Nyakmah alias Nuraini (50), warga Gampong Persiapan Alue Dawah, Aceh Barat Daya (Abdya), terbakar, Rabu (23/1) malam. Kebakaran rumah janda Nyakmah itu disebut-sebut ada kaitan dengan penggunaan bahan bakar mitan bercampur bensin untuk lampu teplok di rumahnya. Baik kasus di Aceh Barat maupun Abdya sedang dalam pengusutan polisi.

Pihak Pertamina Medan mengaku sudah mendapat laporan terkait dugaan adanya praktik pengoplosan mitan yang berdampak pada jatuhnya korban di Aceh. Namun pihak BUMN yang mengurusi soal minyak dan gas bumi ini belum berani memastikan kebenaran isu pengoplosan tersebut karena masih harus melalui uji laboratorium.

“Kita sudah terima laporan soal isu pengoplosan itu. Namun untuk kebenarannya harus dilakukan uji laboratorium,” kata  Asisten Customer Relation FRM Region I Pertamina Medan, Sonny Mirath, menjawab Serambi, Rabu (30/1).

Pihaknya mengaku tidak mengetahui dari mana asal minyak tanah yang digunakan tersebut, apakah produk Pertamina atau bukan. Kemungkinan, sambung Sony, minyak yang digunakan ada hubungan dengan kilang-kilang liar milik penduduk yang tempo hari pernah ditangkap di kawasan Langkat, Sumatera Utara.

“Yang bisa kita katakan adalah, sebaiknya konsumen membeli di agen minyak tanah resmi Pertamina. Pertamina menjamin kualitas apabila dibeli di agen resmi,” demikian Sony Mirath.

0 komentar:

Posting Komentar