Categories

Rabu, 30 Januari 2013

Polisi Sita Mitan Oplosan

1 comment
* Dari Satu Tempat Penjualan di Meulaboh
* 21 Drum Bercampur Bensin



MEULABOH - Polres Aceh Barat, Rabu (30/1) sore menggerebek sebuah toko penjualan minyak tanah (mitan) di Desa Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh dan menyita 21 drum mitan dicampur bensin. Operasi memburu mitan oplosan itu dilakukan polisi sehubungan banyaknya kasus terbakarnya warga saat menyalakan lampu teplok karena diduga mitan yang digunakan bercampur bensin.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai SIK menjawab Serambi membenarkan pihaknya menggerebek sebuah toko penjualan mitan di Desa Suak Ujong Kalak, Meulaboh sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (30/1).

Menurut Kapolres Aceh Barat, dalam penggerebekan yang dipimpin KBO Reskrim, Ipda Chairil Ansar itu ditemukan 21 drum mitan yang diduga dicampur bensin. Selain itu, polisi juga mengamankan 14 drum mitan lainnya yang tidak dioplos. “Tempat penjualan mitan yang digerebek itu tidak mengantongi izin,” ungkap Faisal Rivai.

Pemilik usaha bernama Fitri, menurut Kapolres Aceh Barat sudah diamankan untuk dimintai keterangan. Sedangkan barang bukti berupa mitan bercampur bensin maupun yang belum dicampur sebanyak 35 drum tetap di lokasi kejadian namun sudah dipasangi police line.

Dijelaskan Kapolres Aceh Barat, operasi yang mereka lakukan sehubungan munculnya keresahan masyarakat akibat musibah beruntun terbakarnya warga saat menyalakan lampu teplok yang diyakini menggunakan mitan bercampur bensin.

Kapolres Aceh Barat mengatakan, sebelum menggerebek tempat penjualan mitan, polisi sudah turun ke lapangan bersama pihak Pertamina melakukan pemeriksaan mitan. Ternyata, ketika diperiksa secara kasatmata--termasuk penciuman dan uji bakar--diyakini ada campuran bensin. “Untuk kepentingan pengusutan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium,” katanya.

Fitri selaku pengelola tempat usaha mitan yang digerebek tersebut, kepada polisi mengaku mitan yang dijualnya dibeli dari Medan dan sebagian lainnya dari Pertamina Depo Meulaboh.

Sebelum menggerebek tempat usaha Fitri, polisi juga mendatangi beberapa lokasi lain di Meulaboh, seperti tempat perjualan mitan di Blang Beurandang (namun sudah tutup saat didatangi polisi), dan di Ujong Kalak namun mengantongi izin. 

Kepala Pertamina Depo Meulaboh, Anas Hasan yang ditanyai Serambi mengaku sudah dapat laporan ada penggerebekan satu tempat penjualan mitan oplosan. “Untuk memastikan lebih jauh kadar yang ada dalam mitan itu perlu diperiksa di laboratorium,” kata Anas.

Menurut Anas, selama ini permintaan mitan nonsubsidi di Pertamina Depo Meulaboh terjadi penurunan sehingga muncul tanda tanya dari mana pedagang mendapatkan mitan tersebut. “Dengan terungkapnya kasus ini diharapkan tidak terulang musibah yang menimpa masyarakat,” kata Anas Hasan.(riz)

Tak Ada Penebusan, Mitan Tetap Beredar
ADA keanehan dalam peredaran minyak tanah (mitan) di Aceh akhir-akhir ini. Menurut Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Faisal Budiman, selama ini nyaris tidak ada lagi agen yang melakukan penebusan minyak tanah ke Pertamina. “Anehnya 

minyak tanah tetap saja beredar di masyarakat. Patut diduga minyak tanah itu berasal dari sumber yang tidak jelas,” kata Faisal menjawab Serambi, Rabu (30/1).

Menurut Faisal, tidak adanya agen yang menebus minyak tanah ke Pertamina karena harga jual eceran yang cukup mahal pasca-ditariknya minyak tanah bersubsidi dari seluruh Aceh. Dengan harga jual berkisar Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per liter, menyebabkan agen tidak mampu menjual minyak tanah karena masyarakat tidak sanggup membeli.

“Nah, di lapangan kita lihat minyak tanah masih beredar. Ini tidak jelas sumbernya dari mana, sebab selama ini agen tidak melakukan penebusan ke Pertamina,” ujar Faisal.

Ia menduga kuat, bahan bakar yang digunakan sebagai minyak tanah itu berasal dari sumur tua di wilayah Sumatera Utara, yang tidak jelas standarnya. “Banyak minyak tanah yang tidak jelas sumbernya masuk ke Aceh, yang berasal dari sumur tua di wilayah Sumatera Utara. Ada indikasi seperti itu,” tandas Faisal Budiman.

1 komentar: